Jumat, September 19, 2008
emotion..
It's over and done
But the heartache lives on inside
And who's the one you're clinging to
Instead of me tonight?
And where are you now, now that I need you?
Tears on my pillow wherever you go
I'll cry me a river that leads to your ocean
You'll never see me fall apart
In the words of a broken heart
It's just emotion taking me over
Caught up in sorrow
Lost in the song
But if you don't come back
Come home to me, darling
Don't you know there's nobody left in this world to hold me tight?
Don't you know there's nobody left in this world to kiss goodnight
Goodnight, goodnight
I'm there at your side,
I'm part of all the things you are
But you've got a part of someone else
You've got to find your shining star
And where are you now, now that I need you?
Tears on my pillow wherever you go
I'll cry me a river that leads to your ocean
You'll never see me fall apart
In the words of a broken heart
It's just emotion taking me over
Caught up in sorrow
Lost in the song
But if you don't come back
Come home to me, darling
Don't you know there's nobody left in this world to hold me tight?
Don't you know there's nobody left in this world to kiss goodnight
Goodnight, goodnight
And where are you now, now that I need you?
Tears on my pillow wherever you go
I'll cry me a river that leads to your ocean
You'll never see me fall apart
In the words of a broken heart
It's just emotion taking me over
Caught up in sorrow
Lost in the song
But if you don't come back
Come home to me, darling
Don't you know there's nobody left in this world to hold me tight?
Don't you know there's nobody left in this world to kiss goodnight
Goodnight, goodnight
Minggu, September 07, 2008
C’est vraiment une bétisse, quoi..!
Apakah itu une bétisse? Mm.. Itu adalah sebuah ungkapan dalam bahasa Prancis yg kurang lebih artinya adalah hal2 yg memalukan.. Kira2 jika judul tsb dikatakan dlm dalam bahasa Indonesia akan jadi : Sinting! Tengsin abis!!
Well, it’s not the proper indonesian, but that’s what the young indonesian would say.
Jadi begini..
Sebenernya kucing gak inget persis setiap detail kejadiannya, tapi secara garis besar beginilah ceritanya..
Pada suatu hari, si kucing dan teman2 kuliahnya menghadiri sebuah seminar di sebuah tempat, gak usah dipresisikan lah ya, apa tema seminar maupun tempatnya. Intinya, si kucing datang bersama teman2 kuliah – enam teman lebih tepatnya. Kita langsung ambil posisi duduk di tengah ruangan, agak ke depan. Tiga diantara mereka duduk di deretan di depan kucing, satu di sebelahnya, dan dua orang di belakangnya.
Intinya, seminar ini cukup menarik minat banyak orang sehingga sebelum waktu mulai (yg tertera di brosur), ruangan itu udah hampir penuh. Mayoritas dari isi ruangan itu berasal dari komunitas akademisi. Kebetulan, si kucing dan teman2 kenal segelintir orang di dalam ruangan itu. Sambil nunggu seminarnya mulai, biasa cewek, ngerumpi2 dikit. (Padahal lagi pada puasa)
Kemudian salah satu teman si kucing yg duduk di belakangnya bilang, “Eh.. Tuh di belakang ada Pak Mansyur S.”
Yg dimaksud si teman ini (sebut aja namanya A) adalah seorang bapak yg pernah mengajar si A di sebuah kuliah. Bukan Mansyur S. beneran, bukan si penyanyi dangdut kondang itu. Tapi si kucing dan teman di sebelah kucing (sebut aja B) gak ikut kelas itu bareng A, jadi gak pernah liat penampakan si Bapak Mansyur S. – objek yg sudah sering dibicarakan oleh para mahasiswa yg kuliah bareng A ini karena sikapnya yg agak centil sama mahasiswi2, dan juga karena tampang serta gayanya yg mirip banget penyanyi dangdut kenamaan itu, makanya si kucing dan si B jadi penasaran. Terus kucing dan B ngelongok2 ke belakang. Karena gak bisa menemukan sosok ‘Mansyur S’ di antara sekerumunan orang di belakang, si A pun ngasih petunjuk ciri-ciri si objek. Pakaiannya, gerak-geriknya, ampe ke bentuk cincin yg dipake sama si bapak pun si B kasih tau ke mereka.
Kucing dan B pun berhasil menangkap sesosok penampakan yg sesuai sama semua ciri2 yg dikasih si A. Otomatis, setelah itu kita langsung berkomentar. Bukan menghina, hanya mengomentari. Kami hanya berbicara fakta :
Kucing : “Itu??? Uhuh..(ketawa menyebalkan..sedikit merendahkan..)”
Kucing dan B saling bertukar pandangan jijik, merendahkan, ekspresi saat melihat sesuatu yg tidak enak dilihat – seperti melihat alay.
B : “Ih.. kok enggak banget ya gayanya..? Enggak kaya’..., (gak jadi meneruskan kalimat ini) ”
Masih B : “Malah kaya’ abang2!”
Kucing : (langsung menanggapi dgn napsu) “..iya! Mukenye kaya’ om-om girang!!”
Kita bedua ketawa. Entah ini ketawa bermakna apa, entah puas melihat ke-ancur-an seseorang, entah ketawa merendahkan, i don’t know.
B : “Iya..! Mukanya dangdut banget!! Apalagi dgn cincinnya itu.. ih.. gak banget!!”
Kucing : “ iye.. ALAY..!! ihh...”
Terus mereka ketawa2 penuh hina.
Kucing mengatakan kalimat terakhirnya dgn agak keras. Nampaknya yg bisa denger bukan Cuma mereka aja, tapi juga beberapa orang lain yg terdekat di sekeliling.
And all of a sudden...
Wanita yg sedari tadi duduk dgn manis di sebelah B tiba2 melambai ke arah bapak ‘Mansyur S.’ itu dan kemudian berteriak memanggil nama asli si bapak (sebut aja nama asli bapak Mansyur S. sebagai ‘SARUNG’)
Wanita muda yg duduk di sebelah B : “SARUUUNG..!!! Sini, sini!” (sambil nunjuk2 bangku kosong gak jauh dari bangkunya)
ANJROOOT...!!!
Kucing dan B langsung diem mematung sambil bertukar lirikan2 penuh makna. Dan kemudian mengeluarkan senyuman autis.
Untungnya, si bapak itu gak bener2 nyamperin si wanita itu. Gak tau kenapa. Kita gak berani bergerak sedikit pun – not even turn our head. Bahkan gw gak yakin apakah saat itu kita masih napas atau sejenak paru2 kita berhenti bekerja – saking shock-nya!
Jadi... dari tadi kita ngehina2 doi, ternyata temennya denger itu semuaa..??
Semua cercaan yg terlontar.. Yg bilang mukenye nggak banget lah, tampang dangdut lah, kaya’ om-om girang lah, abang2 lah..
SEMUANYA DIDENGERIN SAMA TEMENNYAAA...???
OH MY GOD...!!!
Can u imagine how we felt back then..? It was AWFUL.
Wished we could escape.. Or just being invisible just a moment....
Tapi nggak mungkin. Saatnya menghadapi kenyataan. Kucing dan B langsung begaya tolol, kaya’ ngga terjadi apa2.. Meskipun dalem hati udah mau pingsan rasanya.
Pelajaran hari ini : Ciptakan bahasa atau kode komunikasi sendiri yg hanya berlaku si antara teman2 terdekat supaya “orang luar” gak ngerti apa yg lagi kita dan teman2 kita omongin.. Biar aman kalo kita ngomongin dia ato temennya di depan mukanya sekalipun – karena hanya kita dan teman2 yg ngerti!! Kalo ngerasa gak cukup kreatif ato males bikin bahasa baru, mending smsan aja!!
