
11 Juni 2009, lebih dari seabad setelah titik bersejarah bagi bangsa Indonesia yang disebut-sebut sebagai “Kebangkitan Bangsa”, di sebuah surat kabar ibu kota terbit saya masih menemukan kesalahan akibat ketidakmampuan membedakan kata benda dan kata sifat dalam bahasa Inggris, bahasa kedua yang diajarkan di sekolah setelah bahasa Indonesia – setidaknya di Jakarta bahasa kedua. Kalo di daerah ya bahasa ketiga, setelah bahasa daerah itu sendiri, mungkin. Saya nggak pernah sekolah di luar wilayah Jakarta, sih.
FATAL. Kesalahan gramatikal mendasar yang sebetulnya tidak perlu dilakukan jika seseorang lebih teliti dalam menulis (baca: nggak asal!).
Berikut cuplikan artikel dari harian ber-tagline “Sumber Referensi Terpercaya” yang dimaksud:
Stylish adalah kata sifat, adjektiva, yang berfungsi menjelaskan kondisi “dengan style (dengan gaya)” dari kata benda yang diacu, dalam kasus ini hair; hair stylish berarti artinya rambut yang gaya. Lagian hair stylish juga salah, harusnya stylish hair. Saya mengerti, maksudnya Anda hendak menulis stylist, kata benda, dimana sufiks –ist mengindikasikan makna “pelaku, orang yang melakukan”; hair stylist artinya penata rambut, kan?
Pelajaran : harus lebih teliti.
