Kamis, Juni 19, 2008

Kucing baru abis nonton KUNGFU PANDA di Blok M nih

Hahaaa... Kungfu Panda kocak abis. Sepanjang filmnya maen semua seisi bioskop ngakak terus. Malah ada satu cewe di bangku tengah yg ketawanya pol-polan, sampe gw pikir dia kesurupan. Abis ketawanya kaya' kuntilanak.
Tapi asli, film ini highly recommended buat ditonton.
Setting film ini, jelas di Cina. Ada seorang (atau lebih tepat disebut seekor) panda gendut bernama Po, anak sejenis unggas – entah burung, ayam, atau angsa, gw ga bisa nangkep dengan jelas – pembuat dan penjual mie yang tinggal di kaki bukit dimana di puncaknya terdapat semacem perguruan kungfu yang keren banget, top abis. Si bapak unggas ini sangat menikmati takdirnya sebagai pembuat dan penjual mie, sementara si Po bermimpi menjadi pendekar kungfu sejati. Suatu hari, perguruan ini mengumumkan bahwa mereka sedang mencari pendekar naga yang sangat sakti. Sebenernya, alesannya karena seorang pendekar jahat diramalkan akan kabur dari penjara dan membalas dendam pada guru kungfu di perguruan itu. Seluruh warga kemudian dengan bersemangat pergi ke perguruan itu baut melihat pemilihan pendekar naga itu, karena di sana ada lima pendekar yang sakti. Mereka pikir, si pendekar naga ada di antara lima orang itu.
Si Po juga semangat pergi ke sana, tapi si bapak unggas mengira dia semangat karena mau jualan mie. Menyedihkan. Si Po lalu pergi ke perguruan itu, menaiki anak tangga yang tinggiiiii banget... ke puncak bukit itu sambil bawa perlengkapan jualan mie-nya. Tapi animasinya kocak banget. Panda segede-gede gaban, dengan perutnya yang bulat sangat besar dan menggelambir, muka kocaknya dengan satu mata bulat hitam.. dengan ekspresi mau mati kecapean abis naikin anak tangga yang jumlahnya kaya’ nyampe jutaan gitu..
Akhirnya dia sampe di puncak! Tapi bahkan saat dia masih berjuang untuk kembali ngumpulin nyawanya yang hampir melayang itu, pintu perguruan tiba2 aja ditutup. Dia langsung lari tapi ga bisa masuk juga. Akhirnya dia nyoba segala cara buat menyaksikan pemilihan itu, mulai dari ngintip, ngelempar dirinya sendiri dari pohon, yang paling gokil dia duduk di kursi yang udah dikasih petasan, trus ngebakar petasan itu. Adegan petasan ini juga salah satu yang paling kocak dalam film – menurut gw. Gara2 petasan ini juga dia bisa ditunjuk sama si kura2 pemimpin perguruan itu sebagai pendekar naga. Alhasil, dia harus latihan mati2an buat jadi pendekar. Adegan latihannya juga kocak abis.. harus liat sendiri supaya ngerasain sensasi kocaknya – karena kalo gw yg ceritain bakal garing. Terlalu panjang juga, sih.. Hhe
Tapi, disamping semua kekocakan yang ditampilin disepanjang film ini, terdapat pesan berharga yang sangat menyentuh. Antara lain, kepercayaan pada diri sendiri bahwa kita mampu ngelakuinnya. Awalnya, ga ada yang percaya si Po bisa jadi pendekar naga, semua under estimate dia. Wajar, kan si Po ga bisa kungfu sama sekali, apalagi dengan posturnya yang tambun. Bisanya cuma makan dan ngelakuin hal-hal konyol, bercanda, dan membuat penonton di bioskop ketawa. Hehe... Cuma si kura pemimpin perguruan yang yakin. Sampe akhirnya si kura meninggal, dia berpesan sama guru di situ - Master Shifu - supaya percaya sama Po dan ngajarun dia kungfu. Akhirnya setelah latihan dengan Shifu, Po jadi jago banget kungfunya.

Pas adegan warga desa si Po mengungsi karena si tahanan jahat udah sampe perguruan itu, si bapak unggas ngasih tau resep rahasia yang membuat mie-nya enak ke si Po. Resep rahasianya adalah : tidak ada. Tapi karena kita meyakini ada sesuatu yang membuatnya spesial, maka mie itu jadi spesial juga. Sama aja, kita biasanya meyakini ada “resep rahasia” dibalik keberhasilan kita, padahal sebenarnya ga ada. Yang bisa membuat itu spesial adalah diri kita sendiri. Huaaaah... So encouraging!!
Perpaduan antara nilai luhur dan kemasan yang menarik. Harus ditonton. Apalagi, dalam film ini ga ada adegan cinta-cintaan antar lawan jenis, yang ada cinta antara orang tua – atau siapa pun yang mengasuh – dan anaknya. So sweet bangeeet.... Sangat bagus untuk pendidikan anak. (emang ini film kaya’nya “membidik” penonton anak2 bukan? Haha.. bodoh sekali si kucing ini)
Intinya, film ini bagus deh. Gw berani ngerating film ini empat setengah bintang.

Lho, kok cuma empat setengah, setengah yang kurang apa..?

Ga ada sih.. Well, nothing is quite perfect in this world. Hehehee

Tidak ada komentar:

Posting Komentar