Selasa, Juni 17, 2008

Mercusuar Anyer

Hari sabtu tanggal 14 juni 2008, gw, bokap, nyokap, dan kakak gw beserta suami dan anak perempuannya yang baru berusia 5 tahun pergi ke mercusuar anyer. Setelah beberapa kali mengunjungi pantai anyer, baru kemaren gw pergi ke bagian pantai yang ada mercusuarnya. Gw udah bertekad dari rumah, poko’nya gw mau naik ke puncak mercusuar dan foto di sana pas sunset. Huaaa.. pasti kerens bangeds.
Namun.. entah mengapa sepertinya langit ga merestui niat mulia gw itu. Dari siang bawaannya mendung aja. Si matahari bulat besar yang biasanya bikin gw gerah sepanjang siang ga keliatan batang idungnya. Bahkan sempet gerimis sebentar sekitar jam 3an. Tapi, tekad gw udah bulat dan gw meneruskan perjalanan hingga akhirnya sekitar jam ½ 4 sore gw sampe di pantai yang dimaksud.
Sampai di sana, gw sempet bingung, karena gw ga ngerti tata cara dan peraturan masuk mercusuar. Akhirnya gw ke tepi2 pantai dulu, liat2 sikon, dan tentu aja minum air kelapa muda. Hehe.. kan ‘aus..
Pantai di sekitar mercusuar sendiri ga begitu asoy. Karangnya ga bisa dibilang bagus. Ditambah banyak sampah yang nyangkut di karang. Gw sempet ngeliat bungkus indomie dan sampah2 plastik lainnya menghiasi karang di sana. Sangat disayangkan sekali..
Dan udah jadi ciri khas di tempat rekreasi di mana pun di bumi Indonesia, para pedagang makanan dan minuman dan lainnya yang menjajakan dagangannya secara langsung – maksud gw adalah dengan menghampiri lalu menawarkan, dan kadang mereka datang secara berkelompok, bersamaan, jadi ada kesan “menyerbu”. Jadi, si pengunjungnya kadang juga ngerasa ga nyaman. Tapi mereka ga bisa disalahin juga sih, kan itu emang profesi mereka. Cuma, gw adalah satu dari sekian juta orang yang ga terlalu suka dikerubungin. Apalagi sama pedagang. Hehe.. Dan gw mensinyalir, para pedagang ini juga salah satu faktor kenapa pantainya kotor. Selain para pengunjung yang ga nemuin tempat sampah juga, tentunya..
Ditambah parah dengan cuaca yang tetep mendung.. Ga asoy banget deh pantainya.
Lalu, melaksanakan misi utama kedatangan gw ke tempat itu : naik ke mercusuar anyer. Gw nemuin seorang ibu dan bapak yang rumahnya ada di deket mercusuar, yang merangkap jadi WC umum di situ. Si bapak lalu nyari juru kunci mercusuarnya. Ngga lama kemudian, datang seorang bapak lain yang – kaya’nya sih – si juru kunci. Namun dengan mengecewakannya dia bilang ke gw, karena cuaca hari itu ga terlalu baik, dia ga ngizinin kita naik ke puncak mercusuar. Takut ada petir.

Whaaats...??!


Sial bangeds hari itu. Malang tak dapat ditolak untung tak dapat diraih. Huaaah... Akhirnya gw Cuma duduk2 (dan foto2.. hehe) di sekitar pantai yang kotor itu.
Dan menyaksikan banyak kambing mondar mandir. Yup! Kambing beneran. Makhluk berbulu berkaki empat itu. Banyak di sekitar pantai. Pup-nya juga banyak. Menjijikan, but that’s the fact – i think- people should know about that beach.
Bahkan kemudian segerombolan bule yang datang untuk naek ke mercusuar juga, segera hengkang dari pantai itu, keliatannya sama sekali ga menikmati suasana pantai. Huhu... Jelas aja. Emang ga nikmat pantainya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar