Senin, Juni 30, 2008

Ballack's "Running-up" Curse

The Germans lost in the finale of EURO 2008 held last night by the Spanish with the score 1-0.
Pathetic.
Few days before kick off, some people reminded me of the "curse" of Ballack.
If you keep an eye on him carefully since his debut in World Cup 2002, we probably tempted to agree with the curse issue.
But, as a part of a modern world where everything should be based on logics, should we believe this silly kind of superstition?
Who knows..? Maybe it's just because the Spanish did it so greatly last night that they deserve to be the champion.

Kamis, Juni 26, 2008

German Troops

Huahaaay....
Huraaaaaay...!
Those german panzers are going to the finale of EURO 2008!
They "conquered" the turkeys in the semifinal with score 3-2. And the last goal of them is scored by Lahm. Isn't he a defender? If i'm not mistaken, he's a center back, right?
Never mind.
Great men, great play. And great score, of course!
Though we, here in Indonesia, faced some interconnection errors during the game.. The MNC said it was caused by the terrible weather. We didn't even watched the second goal scored by Klose.
However, the thing is the germans seem to be the champion of this EURO (fingercrossed).

See you in finale..!

Jumat, Juni 20, 2008

Nilai KBP...

Kucing lagi deg2an nih nungguin nilai KBP (Kemampuan Berbahasa Prancis – mata kuliah utama jurusan Prancis..) 4 keluar.
Konon kabarnya, KBP 4 suka banyak makan korban alias suka ada anak yang ga lulus. Well, bukan cuma KBP sih. Banyak mata kuliah di jurusan sastra Prancis yang suka makan korban, apalagi mata kuliah tahun2 “atas”.. Tapi, ga lulus KBP bisa jadi momok mengerikan bagi tiap mahasiswa sastra Prancis. Karena :
Pertama, bahasa merupakan identitas. Mahasiswa sastra Prancis masa’ ga lulus bahasa Prancis..? (hehe.. ini alasan yang sangat tidak penting)
Kedua, kadang ada mata kuliah tertentu yg ngejadiin KBP sbg prasyarat, misalnya untuk ikut kelas Pengkajian Prosa harus udah ikut KBP 3.
Ketiga, mata kuliah KBP ga bisa sembarangan diselenggarain. Di semester ganjil yang diselenggarain ya KBP 1, 3, 5, dan di semester genap KBP 2, 4, 6. Jadi misalnya, mahasiswa semester 1 yang ga lulus KBP 1 akan setengah nganggur selama semester 2 (karena jadwal kuliah kami didominasi kuliah bahasa), baru disemester 3 dia ngulang KBP 1 bareng junior2..
Keempat, mahasiswa yg ngulang KBP hanya dikasih satu kesempatan ngulang.. Jadi misalnya gw ga lulus KBP 4, dan setelah ngulang di tahun berikutnya gw kembali gagal, maka gw dipastikan dropped out aliad DO. Gw akan keluar dari FIB UI tanpa gelar sarjana.
Huaaah.. beratnya hidup ini..
Ya memang begitulah, seperti pepatah yang bilang, makin tinggi pohon, makin kenceng juga angin yang menghadang. Sebenernya bukan salah jurusannya, emang dosen2 pengajar Prancis memiliki standar tinggi. Makanya, gw salut sama alumni2 yang berhasil keluar dari jurusan ini dengan menyandang gelar sarjana, apalagi yang IPK dan skripsinya bagus2. Berarti mereka benar2 orang yang berdedikasi. Hehe.. Tp serius, mereka berarti berkomitmen sama kuliah mereka, ga cuma asal kuliah atau asal sarjana (as some people do..)

Internet explorer gw lagi ngeload http://academic.ui.edu/. . . .
Deg2an
Ngisi username dan password. . . .
Makin deg2an
Melihat riwayat akademis gw. . . .
Jantung gw serasa mau loncat
Aaaaaaaaaah... mau ngeliat nilai doang rasanya udah kaya mau mati.

Nilai mulai muncul. . . .
Gw liat : “ Kemahiran Berbahasa Prancis IV : B-

WUAAAAAAAAH....
Seneng banget!!
Lega dan seneng...
Alhamdulillah... Lulus KBP! Semoga kedepannya makin lancar...

Hmm... Apa kabar temen2 gw, ya..?

Kamis, Juni 19, 2008

Kucing baru abis nonton KUNGFU PANDA di Blok M nih

Hahaaa... Kungfu Panda kocak abis. Sepanjang filmnya maen semua seisi bioskop ngakak terus. Malah ada satu cewe di bangku tengah yg ketawanya pol-polan, sampe gw pikir dia kesurupan. Abis ketawanya kaya' kuntilanak.
Tapi asli, film ini highly recommended buat ditonton.
Setting film ini, jelas di Cina. Ada seorang (atau lebih tepat disebut seekor) panda gendut bernama Po, anak sejenis unggas – entah burung, ayam, atau angsa, gw ga bisa nangkep dengan jelas – pembuat dan penjual mie yang tinggal di kaki bukit dimana di puncaknya terdapat semacem perguruan kungfu yang keren banget, top abis. Si bapak unggas ini sangat menikmati takdirnya sebagai pembuat dan penjual mie, sementara si Po bermimpi menjadi pendekar kungfu sejati. Suatu hari, perguruan ini mengumumkan bahwa mereka sedang mencari pendekar naga yang sangat sakti. Sebenernya, alesannya karena seorang pendekar jahat diramalkan akan kabur dari penjara dan membalas dendam pada guru kungfu di perguruan itu. Seluruh warga kemudian dengan bersemangat pergi ke perguruan itu baut melihat pemilihan pendekar naga itu, karena di sana ada lima pendekar yang sakti. Mereka pikir, si pendekar naga ada di antara lima orang itu.
Si Po juga semangat pergi ke sana, tapi si bapak unggas mengira dia semangat karena mau jualan mie. Menyedihkan. Si Po lalu pergi ke perguruan itu, menaiki anak tangga yang tinggiiiii banget... ke puncak bukit itu sambil bawa perlengkapan jualan mie-nya. Tapi animasinya kocak banget. Panda segede-gede gaban, dengan perutnya yang bulat sangat besar dan menggelambir, muka kocaknya dengan satu mata bulat hitam.. dengan ekspresi mau mati kecapean abis naikin anak tangga yang jumlahnya kaya’ nyampe jutaan gitu..
Akhirnya dia sampe di puncak! Tapi bahkan saat dia masih berjuang untuk kembali ngumpulin nyawanya yang hampir melayang itu, pintu perguruan tiba2 aja ditutup. Dia langsung lari tapi ga bisa masuk juga. Akhirnya dia nyoba segala cara buat menyaksikan pemilihan itu, mulai dari ngintip, ngelempar dirinya sendiri dari pohon, yang paling gokil dia duduk di kursi yang udah dikasih petasan, trus ngebakar petasan itu. Adegan petasan ini juga salah satu yang paling kocak dalam film – menurut gw. Gara2 petasan ini juga dia bisa ditunjuk sama si kura2 pemimpin perguruan itu sebagai pendekar naga. Alhasil, dia harus latihan mati2an buat jadi pendekar. Adegan latihannya juga kocak abis.. harus liat sendiri supaya ngerasain sensasi kocaknya – karena kalo gw yg ceritain bakal garing. Terlalu panjang juga, sih.. Hhe
Tapi, disamping semua kekocakan yang ditampilin disepanjang film ini, terdapat pesan berharga yang sangat menyentuh. Antara lain, kepercayaan pada diri sendiri bahwa kita mampu ngelakuinnya. Awalnya, ga ada yang percaya si Po bisa jadi pendekar naga, semua under estimate dia. Wajar, kan si Po ga bisa kungfu sama sekali, apalagi dengan posturnya yang tambun. Bisanya cuma makan dan ngelakuin hal-hal konyol, bercanda, dan membuat penonton di bioskop ketawa. Hehe... Cuma si kura pemimpin perguruan yang yakin. Sampe akhirnya si kura meninggal, dia berpesan sama guru di situ - Master Shifu - supaya percaya sama Po dan ngajarun dia kungfu. Akhirnya setelah latihan dengan Shifu, Po jadi jago banget kungfunya.

Pas adegan warga desa si Po mengungsi karena si tahanan jahat udah sampe perguruan itu, si bapak unggas ngasih tau resep rahasia yang membuat mie-nya enak ke si Po. Resep rahasianya adalah : tidak ada. Tapi karena kita meyakini ada sesuatu yang membuatnya spesial, maka mie itu jadi spesial juga. Sama aja, kita biasanya meyakini ada “resep rahasia” dibalik keberhasilan kita, padahal sebenarnya ga ada. Yang bisa membuat itu spesial adalah diri kita sendiri. Huaaaah... So encouraging!!
Perpaduan antara nilai luhur dan kemasan yang menarik. Harus ditonton. Apalagi, dalam film ini ga ada adegan cinta-cintaan antar lawan jenis, yang ada cinta antara orang tua – atau siapa pun yang mengasuh – dan anaknya. So sweet bangeeet.... Sangat bagus untuk pendidikan anak. (emang ini film kaya’nya “membidik” penonton anak2 bukan? Haha.. bodoh sekali si kucing ini)
Intinya, film ini bagus deh. Gw berani ngerating film ini empat setengah bintang.

Lho, kok cuma empat setengah, setengah yang kurang apa..?

Ga ada sih.. Well, nothing is quite perfect in this world. Hehehee

Selasa, Juni 17, 2008

Mercusuar Anyer

Hari sabtu tanggal 14 juni 2008, gw, bokap, nyokap, dan kakak gw beserta suami dan anak perempuannya yang baru berusia 5 tahun pergi ke mercusuar anyer. Setelah beberapa kali mengunjungi pantai anyer, baru kemaren gw pergi ke bagian pantai yang ada mercusuarnya. Gw udah bertekad dari rumah, poko’nya gw mau naik ke puncak mercusuar dan foto di sana pas sunset. Huaaa.. pasti kerens bangeds.
Namun.. entah mengapa sepertinya langit ga merestui niat mulia gw itu. Dari siang bawaannya mendung aja. Si matahari bulat besar yang biasanya bikin gw gerah sepanjang siang ga keliatan batang idungnya. Bahkan sempet gerimis sebentar sekitar jam 3an. Tapi, tekad gw udah bulat dan gw meneruskan perjalanan hingga akhirnya sekitar jam ½ 4 sore gw sampe di pantai yang dimaksud.
Sampai di sana, gw sempet bingung, karena gw ga ngerti tata cara dan peraturan masuk mercusuar. Akhirnya gw ke tepi2 pantai dulu, liat2 sikon, dan tentu aja minum air kelapa muda. Hehe.. kan ‘aus..
Pantai di sekitar mercusuar sendiri ga begitu asoy. Karangnya ga bisa dibilang bagus. Ditambah banyak sampah yang nyangkut di karang. Gw sempet ngeliat bungkus indomie dan sampah2 plastik lainnya menghiasi karang di sana. Sangat disayangkan sekali..
Dan udah jadi ciri khas di tempat rekreasi di mana pun di bumi Indonesia, para pedagang makanan dan minuman dan lainnya yang menjajakan dagangannya secara langsung – maksud gw adalah dengan menghampiri lalu menawarkan, dan kadang mereka datang secara berkelompok, bersamaan, jadi ada kesan “menyerbu”. Jadi, si pengunjungnya kadang juga ngerasa ga nyaman. Tapi mereka ga bisa disalahin juga sih, kan itu emang profesi mereka. Cuma, gw adalah satu dari sekian juta orang yang ga terlalu suka dikerubungin. Apalagi sama pedagang. Hehe.. Dan gw mensinyalir, para pedagang ini juga salah satu faktor kenapa pantainya kotor. Selain para pengunjung yang ga nemuin tempat sampah juga, tentunya..
Ditambah parah dengan cuaca yang tetep mendung.. Ga asoy banget deh pantainya.
Lalu, melaksanakan misi utama kedatangan gw ke tempat itu : naik ke mercusuar anyer. Gw nemuin seorang ibu dan bapak yang rumahnya ada di deket mercusuar, yang merangkap jadi WC umum di situ. Si bapak lalu nyari juru kunci mercusuarnya. Ngga lama kemudian, datang seorang bapak lain yang – kaya’nya sih – si juru kunci. Namun dengan mengecewakannya dia bilang ke gw, karena cuaca hari itu ga terlalu baik, dia ga ngizinin kita naik ke puncak mercusuar. Takut ada petir.

Whaaats...??!


Sial bangeds hari itu. Malang tak dapat ditolak untung tak dapat diraih. Huaaah... Akhirnya gw Cuma duduk2 (dan foto2.. hehe) di sekitar pantai yang kotor itu.
Dan menyaksikan banyak kambing mondar mandir. Yup! Kambing beneran. Makhluk berbulu berkaki empat itu. Banyak di sekitar pantai. Pup-nya juga banyak. Menjijikan, but that’s the fact – i think- people should know about that beach.
Bahkan kemudian segerombolan bule yang datang untuk naek ke mercusuar juga, segera hengkang dari pantai itu, keliatannya sama sekali ga menikmati suasana pantai. Huhu... Jelas aja. Emang ga nikmat pantainya.